Kamis, 19 Februari 2009

Jilbab

jilbab_41


Maaf, tulisan ini agak spesifik. Hanya ingin mengajukan sebuah pertanyaan kecil. Sudahkan isteri-isteri anda, saudara-saudara perempuan anda, anak-anak perempuan anda mengamalkan Surat Al-Ahzab ayat 59 ..???

Kelahiran dan Kematian

aad4


WALADATKA UMMUKA, YABNA ADAMA BAKIYAN, WANNASU HAULAKA YADHHAKUNA SURURAN.


FAJHAD LINAFSIKA ANTAKUNA IDZA BAKAU FI YAUMI MAUTIKA, DHAHIKAN MASRURAN.


Artinya :


Ibumu melahirkanmu, wahai manusia ketika itu engkau menanggis padahal orang-orang disekelilingmu tertawa ria.


Berusahalah untuk dirimu agar saat-saat mereka menangis dihari kematianmu hanya engkau yang tertawa ria.

Selasa, 17 Februari 2009

Jujur, Yuk...!!!

pinokio



Harga sebuah kejujuran bagi sebagian orang terasa sangat mahal. Tak bisa dipahami, mengapa untuk sebuah perbuatan yang kita lakukan harus kita selimuti dengan "kebohongan". Kejujuran seolah menjadi hal yang sangat istimewa dalam sebuah kehidupan.


Contoh I.


Seorang karyawan yang mendapatkan tugas untuk menyelesaikan pekerjaannya di telpon sang bos, menanyakan progres hari ini. Dengan enteng si karyawan bilang kalau dia lagi "on the way", padahal kenyataannya masih menikmati secangkir kopi di rumah.


Sebuah kebohongan telah tercipta, hanya sekedar untuk menyenangkan hati bos-nya, atau barangkali ia ingin terlihat sebagai karyawan dengan loyalitas tinggi, padahal.....???


Contoh II.


Seseorang bilang bahwa ia tidak punya uang, ketika di minta sumbangan untuk pembangunan sebuah sarana ibadah. Padahal di dompetnya masih terselip beberapa lembar uang seratus ribuan.


Pastaskah kita berbohong hanya karena menghindar untuk ber-sodakoh..??? Bagaimana kalau uang yang ada di dompet hilang, akibat kebohongannya..???


Contoh III.


Ketika pulang terlambat dan istri bertanya kenapa pulangnya telat, dengan enteng mungkin kita akan memberikan alasan kalau di kantor ada lembur. Padahal sebenarnya berada di sebuah restouran karena di traktir teman yang sedang ulang tahun.


Adakah manfaat yang kita ambil dari sebuah kebohongan terhadap belahan jiwa kita...???


Duh, mungkin kalau di data tentang prilaku kebohongan kita, jumlahnya melebihi hitungan jari yang ada di kaki dan tangan kita, sedang manfaatnya sama sekali tak ada. Jadi, masihkah kita akan mempertahankan tradisi kebohongan dan menganggapnya sebuah kesalahan kecil yang tiada arti ???.


Mari benahi diri untuk selalu jujur pada diri sendiri, agar kita dapatkan buah yang manis di akhir nanti.


(adakah keberanian dalam diri kita untuk jujur pada pasangan kita bahwa kita selingkuh, atau pacaran lagi, atau dalam pikiran kita ada seseorang yang kita kagumi selain pasangan kita,... adakah...???)