Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Agustus 2011

Sekeping Hati


kepingan hati itu masih ada,
tersimpan utuh,
tak terjamah,
tak berdebu,
tak membeku,
tak membusuk,
tak berbau,
tak pernah pergi dari sisiku.

kepingan hati itu adalah masa lalu,
tentang sebuah kenangan,
dimana rasa di tautkan,
dimana rindu dipertemukan,
dimana canda dimainkan,
dimana bunga di selipkan,
dimana asa terukir tuk masa depan.

tapi,
kepingan hati, tinggal sekeping,
menyisakan kesendirian,
menyisakan kesedihan,
menyisakan kesepian,
menyisakan kenelangsaan,
menyisakan kemalangan,
menyisakan keinginan untuk mengulang kenangan.

...berharap sekeping hati yang hilang, ada di hatimu...

Puisi Lelaki


aku adalah lelaki,
dan kau perempuanku.

ketika cinta sampai dipersimpangan,
kau tentukan arah yang bersilangan,
sementara aku tetap termanggu,
meninggalkanmu, atau menunggu.

mengapa pula langit menjadi kelam,
wajahnya hitam tertutup awan,
bergetar, lalu menangis,
meneteskan air hujan.

aku adalah lelaki,
dan kau perempuanku.

bukalah kembali kepingan kenangan masa lalu,
cerminkan cinta kekinianmu dengan cinta yang terdahulu,
ketika langkah searah, tanggan menggenggam,
tak terhalang debu dan hujan.

serapuh inikah cintamu kini?,
semudah itukah bibirmu berdalih?,
selemah itukah hatimu merindu?,
sehina itukah aku, ..........untukmu?.

aku adalah lelaki,
dan kau perempuanku.

jangan harap ku kan mengemismu kembali,
aku adalah lelaki....

....yang hanya menangis dalam hati...

Rabu, 11 Mei 2011

Menunggumu




menunggumu,

ditepian hati yang paling sisi, menanti waktu berbalik kembali, kemasa disaat awal asa di tautkan.

menunggumu,

disepanjang sudut pandang jalan, menyusuri kenangan, mengharap dapat memungut kembali serpihan hati yang tercecerkan.

menunggumu,

menanti harap yang tak kunjung datang, menepis gelisah yang menghujam, menyisihkan prasangka tentang rasa tak setia.

menunggumu,

menghabiskan sisa rindu, yang dulu tak tertampung hati, kini tinggal butir-butir kecil menemani sepi.

menunggumu,

dibatas waktu yang tak menentu, dipersimpangan antara rindu dan pilu, antara cinta dan prasangka, antara ada dan tiada, antara siang dan malam, antara ingin dan takdir, antara jarak dan waktu, antara aku dan dirimu.

aku akan tetap menunggumu, sampai lelah menjemputku...

Minggu, 08 Mei 2011

Pernah




pernah aku tuliskan nama kita di pucuk daun yang hijau,
yang lalu luruh, kering jatuh ke bumi.

pernah kutuliskan syair tentang kerinduan,
yang akhirnya membeku, membatu dan kelu.

pernah kuukir asa dan kutitipkan di sudut hatimu,
yang tak pernah terjawab pasti sampai kini.

pernah ada namamu, pernah ada rasa rindu, pernah ada titipan cinta...

sebenarnya, sesungguhnya, sejujurnya...
pernahkah kau mencintaiku ???

Senin, 21 Juni 2010

Cinta Ikhlas



Ku cintaimu,
dari hulu sampai hilir, seperti air yang mengaliri sungai.
riaknya nyanyikan lagu cinta, tentang syair sang pujangga.

Ku cintaimu,
dari pagi sampai malam, lembutnya bak sinar rembulan.
menyinari segala bentuk kerinduan, yang tercipta pada jumpa pertama.

Ku cintaimu,
tanpa kata-kata, tanpa bait puisi,
tanpa ungkapan mesra, karena kau tak terlukiskan.

Ku cintaimu,
dengan sepenuh rasa ikhlas, hanya memberi,
sekedar mencipta rindu, tanpa dendam apalagi harap.

Ku cintaimu dengan ikhlas...
karena kau tak mungkin kumiliki.....

Rabu, 24 Februari 2010

Tanda Cinta Jaman Dulu


lembar photo lama ini tak pernah usang dan berdebu.

dalam wujud lahir, apalagi dalam ingatan.

hidup, dan selalu hidup.

selalu jadi penyemangat untuk terus menyusuri waktu.


sisipkan daku dalam hatimu, djangan alfakan sampai mati. (akhir agustus 1967).


itulah sedikit baris kata yang di sampaikan perjaka penyuntingmu.

hingga akhirnya aku lahir empat tahun kemudian.

(karenamu, ibu. aku ada. untukmu, ibu. aku selalu ada)

Senin, 08 Februari 2010

Menimbang Rasa


sebelum kujatuhkan hatiku,
sebelum terlanjur kumerindumu,
agar ku tak merasa salah sangka,
agar ku tak merasa cinta sendiri.


izinkan aku menimbang rasa,
andai sama seperti yang ku rasa,
rasamu adalah rasaku,
kan ku titipkan utuh hatiku.


tapi andai rasa ini berbeda,
biarkan ku pendam bersama duka,
agar tak mudah hati terluka,
agar harap tak lagi menjelma.


kutimbang rasa, semoga...

Rabu, 03 Februari 2010

Dia Bukan Dia


wajahnya, cerminkan dia
senyumnya, semanis dia
gayanya, seperti dia
matanya, sebening mata dia


tapi,


ketika dia menyapa, mengucap salam
duh, suaranya tak seperti dia
ketika dia menyebut sebaris nama
duh, namanya bukan nama dia


yakinku, kini


Dia Bukan Dia
(pupus sudah harapan)

Sabtu, 30 Januari 2010

Tirai Hujan


ada yang terlewat ketika mendung menangis,
tersembunyi di balik payung hitam,
senyum yang  muncul hadirkan kenangan,
sesaat saja lalu hilang dibalik hujan.


ingin ku tembus kegelapan,
menyibak tirai air yang jatuh dari langit,
tapi jejakmu terhapus genangan,
tak nampak walau terbathinkan.


sesaat ku tunggumu, dua saat masih kutunggu,
tirai hujan tak juga tersibak,
siapakah wanita kerudung putih di balik payung hitam ?
bukan-kah ..... DIA...?


Rabu, 27 Januari 2010

Mendung



mengharap mentari di tengah rinai gerimis, sinarnya kuharap sampaikan pesan kerinduan untuk pertemuan kedua.

ku telah bangun cinta pada pertemuan pertama, saat cemara bisikan puisi tentang penantian tak bertepi.

ku telah rindu pada seulas senyum biasa, pada bibir merah tak bergincu, tak pula bernuansa genit.

akan kah mendung segera berlalu ?, ku harap hangat mentari mengucap selamat datang cinta.

kata burung pada angin yang berhembus, cinta takan lari walau kau kejar ke ujung bumi, karena cinta bersemayam di hati.

Senin, 25 Januari 2010

Pelangi



ada pelangi di hariku,
dia hadir ketika hujan air mata berhenti mengalir,
mewarnai ruang hati,
yang dulu kelam dan berdebu.

ada warna baru di hidupku,
yang mencerahkan mata hati,
memberi nuansa berani,
bahwa hidup tak mesti berakhir di sini.

dikaulah pelangi hatiku,
merubah sendu jadi rindu,
memantikkan rasa yang telah tiada,
yang lama bersemayam dalam pusara.

selamat datang pelangi cinta,
hidup mestilah berarti....

Jumat, 22 Januari 2010

Berakhir



meremas tanah merah,
menabur harum di pusara,
menetes air mata diukiran sebuah nama,
cintapun bagai daun berguguran,

berakhir sudah pencarian,
berakhir sudah penantian.

Selasa, 19 Januari 2010

Menunggu Harap



garis senja tergambar kejinggaan di ufuk barat,
sebentar gelap menjelang, mengakhiri hadirnya siang,
seperti dirimu yang ada lalu tiada.

malu aku pada rembulan merah, karena masih kutunggumu,
diujung malam, di ufuk timur, di batas malam dan siang,
mengharap mentari membawamu kembali.

Lalu pada siapa ku tautkan rasa,
padahal hatiku telah kau curi.
kau bawa lari ke ujung pandangan, ke seberang lautan,
ke padang ilalang, ke sungai yang mengalir,
kemanapun kau pergi............
ku takut hatiku tercecer di perjalanan hidup.

masih kutunggumu di fajar menyingsing,
mengharap sebuah pertemuan,
walau  cinta tak lagi utuh,
rindu tak lagi membiru, dan rasa menjadi biasa.
tetap kutunggumu, tetap meyakinimu......
menunggu harap menjelma nyata

Selasa, 12 Januari 2010

Puisi Jujur



ada selingkuh di cinta kita, saksinya berlembar-lembar kenangan masa lalu, berpuluh-puluh puisi, dan beberapa buah lagu yang kita cipta bersama waktu dulu.

lembar kenangan tentang rasa yang tidak hanya padamu, bait puisi yang menyiratkan rindu selain dirimu, dan syair lagu yang pura-pura ku tulis untukmu.

jujur kucintaimu apa adanya, tapi juga kucintai dia dan tak pula bisa kulupakan dirinya.  saatnya ku ganti kebohongan dengan kejujuran.....

pengakuan jujur ini, membuatmu bersimpuh menitikkan air mata. sementara kebohongan waktu lalu, telah membuatmu ceria sepanjang waktu. wanita.. oh, wanita... tak mampu kupahamimu.

Rabu, 06 Januari 2010

Susah


susah sekali melupakanmu, mungkin karena rindu sudah memenuhi jantungku, turut mengalir bersama darah, menyusur  nadi dan denyut rasa.


pernah kucampakkan berkali-kali, biar rasa jadi hambar, biar raga tak lagi gemetar, ketika tak sengaja orang menyebut namamu.


beri aku sejenak waktu, untuk melihat cacat cintamu, agar hati tak lagi berat, untuk ucapkan selamat tinggal.


semakin kuberpikir tentangmu, semakin sulit kau pergi dari hatiku. padahal pikirku tentang penghianatan cinta, tentang cara mencampakkanmu.


rasa cinta ini membuatku susah, karena cintamu melekat, tak mau pergi, tak mau migrasi ke lain hati.


ya sudah, kuterima saja cintamu. dari pada aku jadi susah.......

Senin, 04 Januari 2010

Cinta yang tak terucap


jangan sangsikan cinta. ini tulus. tak pernah usang. tak pernah berdebu. tercipta sejak dulu. sampai  kujamukan padamu.


jangan sangsikan rindu. ini rasa ingin bertemu. karena jarak dan waktu. telah menempatkanmu di balik hati yang biru.


terjemahkan saja isyarat cintaku. yang belum sempat terucap tadi pagi. ketika bertemu di tengah gerimis. ketika ku genggam erat jarimu. ketika batal kubisikan cinta karena malu.


nilai saja bahasa tubuhku. yang tiap lekuknya adalah simbol rasa. tentang cinta yang terkemas rapi. dan belum sempat kupersembahkan padamu.


hari ini. dipagi ini. digerimis ini. akan kucurahkan semua rasaku. akan ku tumpahkan semua rindu. agar tidak hanya kau. tapi dunia juga tahu. aku mencintaimu.


tapi cinta tetap tak terucap. hari ini kau tak kutemui. juga hari-hari setelah ini. dimanakah kau...???


ku sembunyikan rasa cinta bertahun lamanya. sementara kau sembunyikan leukemia di tubuhmu.

Senin, 07 Desember 2009

Maaf, ku tak bisa mencintaimu...



maaf, telah membuat mu menunggu sangat lama di bawah pohon cinta kita, yang kini daunnya telah berguguran, layaknya kasih diantara kita.

maaf, telah kuabaikan rasa itu yang telah menjelmakan rindu di hatimu, yang telah menumbuhkan harap di inginmu, sementara aku berlalu bagai angin.

terbanglah ke langit yang tertinggi agar kau bisa lihat luasnya dunia, agar kau bisa lihat birunya samudera, sementara aku bersembunyi di balik kelambu rindu.

sudahi saja cintamu, pupuskan saja rindumu, larung dalam setiap hentakan nafas-mu.......

maaf, ku tak bisa mencintaimu...

Jumat, 09 Oktober 2009

Terima Kasih Cinta

Image(856)

Biarkan saja terbuka,
jangan kau sembunyikan di balik wajah tak sumringah,
atau di balik bantal guling teman mimpi malam,
toh, hati tak pernah bisa berbohong.

Biarkan dunia tahu,
tentang rasa dan rindu,
yang menyembul dari balik kedewasaan,
karena cinta datang tak di undang.

Biarkan saja seperti sungai yang mengalir,
sejuknya mengarak di seluruh nadi,
memacu jantung cepat berdetak,
memberikan nuansa hasrat.

Biarkan saja dia datang,
tak usah di tolak tak perlu di nista,
ucapkan saja pada matahari pagi,
selamat datang CINTA.....

(terima kasih atas cinta yang telah kau beri....met ultah)

Rabu, 15 Juli 2009

Embun di Musin Kemarau

embun


(ini hanyalah sepengalan puisi imajinatif, pemuas rindu setelah sekian lama absen dari postingan.....)


tetes embun memecah keheningan malam,


menyapu lembut debu diujung dedaunan,


mengalir di sela tanah retak,


membumi menghujam ulu hati.


ada yang teriris di harunya biru,


di hati yang sendiri,


di penantian tanpa tepi,


di cinta yang tertolak.


kau rembulan, aku buminya


kau mentari, aku awannya


kau penari, aku gendingnya


kau wanita, bukan aku lelakinya


ini puisi tentang cinta tak berbalas,


lembar demi lembarnya tercabik rasa gahar,


dari amarah karna tak memiliki,


sampai rindu yang membatu.


kau adalah embun di musim kemarau,


mengharap sejuk hati gundah gulana,


kiranya angan hanya semata,


dahaga tak terpuaskan............


"kali ini kukehilangan embun di musim kemarau, semoga kudapat gerimis di musim hujan....."

Jumat, 08 Mei 2009

Kutunggumu

11410395cw3


aku menunggumu disini, sampai batas akhir detak nadi berhenti. inilah harga mati sebuah kesetian yang tak tertawarkan.


aku masih menunggumu disini, disisa musim padi yang menguning. inilah makna kesabaran menunggu datangnya pengharapan.


tetap kutunggumu dialiran sungai yang mengalir. tempatku bercermin, menanti bayangmu mengalir seperti mimpi-mimpi malam.


kutunggumu juga di desahnya angin malam yang berhembus. menanti datangnya bisikan cinta dan atau rindu.


masih kutunggumu dibawah janur kuning yang melengkung. ketika cintamu jatuh dan bukan kearah pelukku.


kutunggumu jua,


tetap kutunggu,


masih kutunggu,


kapan JANDAMU.... ???



ini puisi nakal yang ditulis pada tanggal sekarang, tanpa bermaksud apa, tanpa tendensi apa, hanya ingin menulis sesuatu yang beda.... berharap tak banyak yang protes....he...he...he....

(terinspirasi dari tulisan di belakang truk "KUTUNGGU JANDAMU")